22 October 2022

Perbedaan Motogp dan Superbike (WSBK) yang Mencolok


Sebagian dari kamu mungkin penggila Motogp sedangkan lainnya suka dengan Superbike atau WSBK. Bisa jadi kamu suka keduanya.

Walaupun terlihat mirip, tapi kedua ajang balap motor ini ternyata berbeda.

Nah, apa perbedaan motorgp dan superbike? Simak jawabannya di bawah ini agar kamu tidak kebingungan lagi.  

Baca juga : Jenis-Jenis Sensor Motor Injeksi dan Fungsinya

Jenis Motor

Perbedaan pertama yang paling mencolok dan mudah dilihat antara Motogp dan WSBK adalah jenis motor yang digunakan. Semua motor yang digunakan di Motogp tidak akan kamu temui di pasaran.

Itu karena memang motor jenis ini tidak dijual di pasaran dan hanya digunakan untuk keperluan pertandingan saja.

Misalnya, kamu sangat tertarik saat melihat motor dari tim Monster Energy Yamaha dan ingin membelinya. Sudah pasti kamu tidak akan menemukan motor ini di dealer manapun di Indonesia.

Sebaliknya, motor WSBK bisa ditemukan di pasaran. Kamu bisa mencarinya di dealer terdekat. Walaupun begitu, motor di pasaran tidak akan sama persis dengan motor yang digunakan di WSBK.

Biasanya pihak produsen merombak motor tersebut sebelum diluncurkan ke pasaran.

Berat Motor 

Berat motor juga menjadi salah satu pembeda antara ajang Motogp dan WSBK. Hal ini terkait dengan aturan yang ditentukan oleh kedua ajang balap motor bergengsi ini.

Misalnya untuk ajang MotoGP, motor yang digunakan untuk bertanding harus berbobot minimal 157 kilogram. Untuk ajang WSBK, motor harus memiliki bobot minimal 168 kilogram.

Cubicle Centimeter atau CC

Perbedaaan motogp dan WSBK lain yang juga cukup mencolok adalah Cubicle Centimeter (CC) atau volume ruang silinder pada mesin motornya.

Memang, kedua ajang ini menggunakan motor dengan CC yang tidak melebihi 1000CC, tapi tetap ada aturan yang berlaku.

Di tahun 2022, motor yang digunakan untuk ajang MotoGP harus menggunakan mesin berkapasitas 1000 CC dengan konfigurasi 4 silinder inline atau V4.

Aturan WSBK menyatakan kalau motor yang digunakan dalam pertandingan haruslah motor dengan mesin berkapasitas 800 CC dengan konfigurasi mesin 2 silinder atau 750 CC sampai 1000 CC dengan konfigurasi mesin 4 silinder.

Sasis

Kedua motor ini juga berbeda secara sasis. Misalnya, motor-motor di ajang MotoGP menggunakan material serat karbon, titanium, atau magnesium.

Aturan sasis untuk motor-motor di ajang WSBK lebih berat dibandingkan dengan motor-motor di ajang MotoGP. Motor-motor di ajang ini harus mempertahankan konstruksi dan desain sasis produk asli.

Jenis-jenis material lain yang boleh digunakan pun sangat dibatasi. 

Baca juga : Jenis-Jenis Sensor Motor Injeksi dan Fungsinya

Setelan Elektronik 

Hal mencolok lain yang membedakan antara motor untuk MotoGP dan motor untuk WSBK adalah setelan elektroniknya atau Electronic Control Unit (ECU).

Sejak tahun 2016 hingga saat ini, aturan penggunaan ECU pada motor MotoGP masih sama.

Tim yang berlaga di ajang ini harus menggunakan motor dengan ECU standar. Sebaliknya, jenis ECU yang digunakan pada motor-motor WSBK lebih bebas.

Biasanya, jenis ECU motor yang berlaga di ajang WSBK tergantung dari anggaran yang digelontorkan oleh tim.  

Tenaga Motor 

Menurut hasil pengujian, tenaga motor dari kedua ajang balap motor ini juga berbeda. Motor yang berlaga di MotoGP biasanya memiliki tenaga antara 250 hingga 300 hp.

Sedangkan motor-motor yang berlaga di ajang WSBK biasanya memiliki tenaga yang sedikit lebih rendah antara 200 hingga 250 hp.  

Jumlah Anggaran yang Dikeluarkan 

Walaupun sama-sama ajang balap motor, tapi anggaran yang dikeluarkan tim yang berlaga di dua ajang balap motor bergengsi ini berbeda.

Biasanya, tim-tim yang berlaga di MotoGP mengeluarkan lebih banyak uang untuk pembelian motor, pengujian, staf, dan lain-lain.

Di sisi lain, tim-tim yang berlaga di WSBK umumnya memiliki dana yang lebih terbatas baik untuk motor, pembalap, serta riset.   

Rangkaian Balapan

Ternyata, rangkaian balapan kedua ajang ini pun berbeda. Di MotoGP hanya ada satu balapan namun diawali dengan ujicoba bebas dan kualifikasi.

Di WSBK terdapat tiga balapan per serinya, yaitu dua balapan utama dan satu balapan sprint atau superpole.    

Waktu Balapan dalam Satu Musim 

Kamu mungkin merasa kalau ajang MotoGP lebih cepat selesai per musimnya jika dibandingkan dengan ajang WSBK. Ya, itu karena memang durasi balap MotoGP lebih pendek per musimnya.

Misalnya, musim balap MotoGP hanya berlangsung dari bulan Maret hingga akhir November, sedangkan WSBK dimulai pada bulan Februari dan berakhir di bulan Oktober. Walaupun begitu, MotoGP memiliki seri yang lebih banyak per musimnya.

Sekarang kamu jauh lebih tahu perbedaan motogp dan WSBK, kan? Kalaupun MotoGP lebih terkenal, itu karena dana yang digelontorkan juga jauh lebih besar, termasuk biaya promosi dan sponsor ketimbang WSBK. 

Foto : www.yamahamotogp.com & www.yamaha-racing.com

Baca juga : Jenis-Jenis Sensor Motor Injeksi dan Fungsinya




Berita Lainnya


...
15 June 2026
Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menggelar launching MX King 150 Prima Pramac livery di event Jakarta Fair Kemayoran, 11 Juni 2026. Edisi spesial itu menjadi pilihan teranyar yang memenuhi passion pecinta racing di Tanah Air. Karakter istimewa MX King 150 sebagai Raja Jalanan “King of Street” makin memperkuat keunggulan produk ini untuk meningkatkan pengalaman berkendara bagi konsumen.

Diluncurkannya MX King 150 Prima Pramac livery salah satunya karena popularitas Toprak Razgatlıoğlu yang mendapatkan atensi tinggi dari para fans di Indonesia. Rider asal Turki tim Prima Pramac Yamaha MotoGP itu kian menjadi magnet perhatian setelah mengunjungi Jakarta awal tahun 2026.

Identitas MX King 150 yang memiliki Racing DNA juga sangat sesuai buat biker penyuka kecepatan dengan sentuhan racy style. Ditambah dengan keinginan tampil beda penuh kebanggaan di jalanan, tepat memilih MX King 150 Prima Pramac livery sebagai partner bermobilitas paling ganteng dan paling kenceng.

”Di tahun 2026 ini MX King 150 hadir sebagai produk spesial dengan penyematan beberapa livery khusus. Pada awal tahun kami memperkenalkan MX King 150 Special Livery Yamaha 70th Anniversary sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-70 Yamaha. Lalu yang terbaru adalah edisi terbatas MX King 150 Prima Pramac livery diperkenalkan untuk memuaskan kebutuhan penikmat balap dan penggemar bebek sport Yamaha. Kami memang kerap merilis motor-motor unggulan livery Yamaha MotoGP untuk memanjakan konsumen. Kali ini diaplikasikan pada MX King 150 yang kualitasnya telah terbukti andal dari segi performa dan style. Hingga kini menjadi favorit pengendara yang tetap mengenalnya sebagai Raja Bebek yang melegenda,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Yamaha memasarkan MX King 150 Prima Pramac livery seharga Rp 29.900.000 rekomendasi on the road Jakarta. Informasi lebih lanjut terkait produk silakan kunjungi www.yamaha-motor.co.id.

Line up MX King 150 kini semakin bervariasi setelah sebelumnya telah diisi dengan kehadiran produk bernilai sejarah Special Livery Yamaha 70th Anniversary yang dipasarkan dengan harga Rp 29.200.000 rekomendasi on the road Jakarta. Selain itu, juga tersedia MX King 150 dengan tiga warna yaitu Blue, Silver, Cyber City yang masing-masing seharga Rp 29.000.000 rekomendasi on the road Jakarta.

MX King 150

King of Style

Yamaha MX King 150 tampil dengan tiga lampu (terdiri dari 2 low beam dan 1 high beam) dengan bentuk yang tajam dan sudah mengadopsi teknologi LED sehingga membuat sistem pencahayaan bagian depan motor menjadi lebih terang, efisien dan tahan lama. Motor bebek sport ini juga telah dilengkapi dengan fitur hazard lamp yang berfungsi sebagai tanda ketika pengendara mengalami kondisi darurat.

King of Agility

Semakin lincah dengan Light Frame Design serta pijakan kaki pengendara yang dapat dilipat sehingga efektif dalam meningkatkan kelincahan dan kenyamanan saat sedang bermanuver. Posisi berkendara motor juga semakin sporty berkat kehadiran suspensi mono shock yang terdapat pada bagian belakang motor. Perpaduan ban tubeless lebar (F: 90/80-17 dan R: 120/70-17) dengan velg berukuran 17-inch yang terdapat pada bagian kaki-kaki motor, tidak hanya menciptakan rasa berkendara yang lebih stabil tetapi turut membuat tampilan motor menjadi terlihat gagah. Juga telah dilengkapi dengan double disc brake sehingga mampu meningkatkan sistem pengereman menjadi semakin optimal.

King of Technology

Menggunakan digital speedometer yang memiliki desain futuristik dan bersifat informatif dalam menyajikan beragam informasi terkait sepeda motor kepada sang pengendara.

King of Performance

Mengusung mesin 150cc fuel injection, 4 valve, dengan 5 percepatan yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 11.3 kW/8500 rpm dan torsi 13.8 Nm/7000 rpm. Selain itu, mesin yang mengadopsi teknologi balap tersebut telah dilengkapi dengan liquid cooled (berpendingin cairan) yang mampu menjaga suhu mesin tetap stabil serta Forged Piston & DiASil Cylinder yang membuat mesin motor menjadi tiga kali lebih awet, kuat dan ringan.

 

...
08 June 2026
FAZZIO HYBRID Promo

Promo DP RIngan Fazzio Hybrid

...
08 June 2026
Promo Fazzio Starry Night

Promo Fazzio Starry Night
Dapatkan Hoodie Eksklusif Setiap pembelian Fazzio Starry Night


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

 

 

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

 

 

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group