20 October 2022

Jenis-Jenis Sensor Motor Injeksi dan Fungsinya


Mungkin banyak yang belum tahu kalau ternyata hampir semua motor injeksi, termasuk motor injeksi Yamaha memiliki beberapa sensor.

Bahkan, sensor motor injeksi ini terbilang cukup canggih yang mampu mendukung performa motor itu sendiri. Berikut ini beberapa jenis sensor tersebut termasuk fungsinya. 

Baca juga : Apa Beda Mesin 4 Stroke dan 2 Stroke?

Throttle Position Sensor atau TPS

Ternyata motor injeksi memiliki sebuah sensor yang bisa mengatur jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar.

Sensor itu bernama Throttle Position Sensor (TPS). Sensor ini akan mendeteksi sudut bukaan throttle valve yang ada di throttle body. Nantinya, hasil dari pendeteksian tersebut akan dijadikan data mapping di ECM.

Sensor TPS juga akan menerima data. Nah, data inilah yang nantinya digunakan untuk mengukur jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar.

Dengan begitu, bahan bakar yang digunakan saat motor dioperasikan sesuai dengan kebutuhan jadi lebih hemat. 

Photo : Amazon.com

Manifold Absolute Pressure atau MAP 

Kalau sensor TPS berfungsi mendeteksi jumlah bahan bakar, sensor Manifold Absolute Pressure (MAP) berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke ruang bakar.

Sensor ini bekerja dengan melihat perubahan tekanan yang ada di intake manifold.

Nantinya, jumlah yang didapat akan dijadikan data mapping di ECM. Sensor ini juga akan mengukur volume udara yang sesuai saat udara bercampur di ruang bakar sehingga motor bisa dioperasikan dengan baik. 

 

Intake Air Temperature atau IAT

Sensor lain yang mungkin kamu belum tahu adalah sensor Intake Air Temperature (IAT). Sesuai dengan namanya, sensor IAT berfungsi mendeteksi suhu udara yang akan masuk ke ruang bakar.

Letak sensor motor injeksi ini ada di jalur masuk udara sebelum ke filter udara.

Sensor ini memiliki fitur bernama Thermistor. Thermistor adalah komponen elektronik yang akan berubah-ubah tergantung dari suhu sekitar. Data yang dimiliki oleh Thermistor akan digunakan sebagai data mapping di ECM.

Setelah itu ECM akan menentukan lama debit semprotan bahan bakar yang akan ditembakkan oleh injektor. 

Crank Angle Sensor atau CKP

Bahkan motor injeksimu juga memiliki sebuah sensor bernama Crank Angle Sensor (CKP). Sensor ini disematkan di motor injeksi untuk membantu mengukur putaran mesin dan sudut crankshaft.

Sensor akan mendapatkan data ini saat keduanya berada di posisi Titik Mati Atas.

Tujuan dari pengukuran data ini adalah agar ECM bisa mengatur waktu semprot bahan bakar dan koil yang tepat. Dengan begitu, performa mesin sepeda motor injeksi bisa bekerja secara maksimal.   

Photo : Tokopedia.com

Engine Oil Temperature atau EOT

Coba kamu cek kepala silinder motor injeksimu. Di area itu ternyata ada satu lagi sensor yaitu sensor Engine Oil Temperature (EOT). Sesuai dengan namanya, sensor ini bertugas untuk mendeteksi suhu mesin.

Sensor ini bekerja dengan mendeteksi oil dalam mesin.

Data yang didapatkan akan dikirimkan ke ECM. ECM akan mengirimkan data yang ada ke lampu indicator suhu di meter klaster.

Dengan sensor ini, kamu akan tahu kalau mesin motor injeksimu terlalu panas atau overheat. 

Engine Coolant Temperature atau ECT

Sensor Engine Coolant Temperature (ECT) ini fungsinya juga mendeteksi perubahan suhu di mesin motor injeksi.

Lalu, apa bedanya dengan sensor Engine Oil Temperature? Bedanya, sensor ECT menggunakan cairan pendingin untuk proses deteksinya. 
Proses kerjanya juga sama di mana sensor akan mengirimkan data perubahan suhu ke ECM.

Nah, data dari ECM akan menentukan apakah motor injeksi perlu mengaktifkan kipas radiator atau tidak. Sensor ini juga sangat berguna saat motor mengalami overheat. 

Sensor O2

Untuk mengetahui posisi sensor ini di motor injeksi, kamu bisa melihat leher knalpot. Kenapa sensor pada motor injeksi ini diletakkan di leher knalpot?

Ini karena sensor O2 bertugas untuk mendeteksi kadar oksigen dalam gas buang.

Setelah itu, sensor akan memperbaiki campuran antara udara dan bahan bakar selama mesin bekerja melalui data yang didapatkan.

Sensor ini tidak hanya memastikan kalau mesin bisa bekerja secara maksimal tetapi juga membuat gas buang menjadi lebih ramah lingkungan.

Intake Air Cut Valve atau Fast Idle Solenoid 

Motor injeksimu mengalami masalah saat proses starter pertama saat motor dihidupkan?

Mungkin saja ada masalah di sensor Intake Air Cut Valve-nya. Pasalnya, sensor inilah yang menentukan jumlah udara yang masuk saat putaran mesin idle. Dengan jumlah udara yang tepat, maka motor bisa dihidupkan dengan mudah.

Nah, itu dia beberapa sensor pada motor injeksi. Agar lebih jelas ada baiknya kamu melihat gambar sensor pada motor injeksi.

Yang paling penting, kamu akhirnya tahu kalau pada sebuah motor injeksi ada proses kerja yang canggih yang dibantu oleh sensor-sensor. 

Baca juga : Apa Beda Mesin 4 Stroke dan 2 Stroke?

Foto : global.yamaha-motor.com




Berita Lainnya


...
15 June 2026
Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menggelar launching MX King 150 Prima Pramac livery di event Jakarta Fair Kemayoran, 11 Juni 2026. Edisi spesial itu menjadi pilihan teranyar yang memenuhi passion pecinta racing di Tanah Air. Karakter istimewa MX King 150 sebagai Raja Jalanan “King of Street” makin memperkuat keunggulan produk ini untuk meningkatkan pengalaman berkendara bagi konsumen.

Diluncurkannya MX King 150 Prima Pramac livery salah satunya karena popularitas Toprak Razgatlıoğlu yang mendapatkan atensi tinggi dari para fans di Indonesia. Rider asal Turki tim Prima Pramac Yamaha MotoGP itu kian menjadi magnet perhatian setelah mengunjungi Jakarta awal tahun 2026.

Identitas MX King 150 yang memiliki Racing DNA juga sangat sesuai buat biker penyuka kecepatan dengan sentuhan racy style. Ditambah dengan keinginan tampil beda penuh kebanggaan di jalanan, tepat memilih MX King 150 Prima Pramac livery sebagai partner bermobilitas paling ganteng dan paling kenceng.

”Di tahun 2026 ini MX King 150 hadir sebagai produk spesial dengan penyematan beberapa livery khusus. Pada awal tahun kami memperkenalkan MX King 150 Special Livery Yamaha 70th Anniversary sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-70 Yamaha. Lalu yang terbaru adalah edisi terbatas MX King 150 Prima Pramac livery diperkenalkan untuk memuaskan kebutuhan penikmat balap dan penggemar bebek sport Yamaha. Kami memang kerap merilis motor-motor unggulan livery Yamaha MotoGP untuk memanjakan konsumen. Kali ini diaplikasikan pada MX King 150 yang kualitasnya telah terbukti andal dari segi performa dan style. Hingga kini menjadi favorit pengendara yang tetap mengenalnya sebagai Raja Bebek yang melegenda,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Yamaha Riding Academy & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Yamaha memasarkan MX King 150 Prima Pramac livery seharga Rp 29.900.000 rekomendasi on the road Jakarta. Informasi lebih lanjut terkait produk silakan kunjungi www.yamaha-motor.co.id.

Line up MX King 150 kini semakin bervariasi setelah sebelumnya telah diisi dengan kehadiran produk bernilai sejarah Special Livery Yamaha 70th Anniversary yang dipasarkan dengan harga Rp 29.200.000 rekomendasi on the road Jakarta. Selain itu, juga tersedia MX King 150 dengan tiga warna yaitu Blue, Silver, Cyber City yang masing-masing seharga Rp 29.000.000 rekomendasi on the road Jakarta.

MX King 150

King of Style

Yamaha MX King 150 tampil dengan tiga lampu (terdiri dari 2 low beam dan 1 high beam) dengan bentuk yang tajam dan sudah mengadopsi teknologi LED sehingga membuat sistem pencahayaan bagian depan motor menjadi lebih terang, efisien dan tahan lama. Motor bebek sport ini juga telah dilengkapi dengan fitur hazard lamp yang berfungsi sebagai tanda ketika pengendara mengalami kondisi darurat.

King of Agility

Semakin lincah dengan Light Frame Design serta pijakan kaki pengendara yang dapat dilipat sehingga efektif dalam meningkatkan kelincahan dan kenyamanan saat sedang bermanuver. Posisi berkendara motor juga semakin sporty berkat kehadiran suspensi mono shock yang terdapat pada bagian belakang motor. Perpaduan ban tubeless lebar (F: 90/80-17 dan R: 120/70-17) dengan velg berukuran 17-inch yang terdapat pada bagian kaki-kaki motor, tidak hanya menciptakan rasa berkendara yang lebih stabil tetapi turut membuat tampilan motor menjadi terlihat gagah. Juga telah dilengkapi dengan double disc brake sehingga mampu meningkatkan sistem pengereman menjadi semakin optimal.

King of Technology

Menggunakan digital speedometer yang memiliki desain futuristik dan bersifat informatif dalam menyajikan beragam informasi terkait sepeda motor kepada sang pengendara.

King of Performance

Mengusung mesin 150cc fuel injection, 4 valve, dengan 5 percepatan yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 11.3 kW/8500 rpm dan torsi 13.8 Nm/7000 rpm. Selain itu, mesin yang mengadopsi teknologi balap tersebut telah dilengkapi dengan liquid cooled (berpendingin cairan) yang mampu menjaga suhu mesin tetap stabil serta Forged Piston & DiASil Cylinder yang membuat mesin motor menjadi tiga kali lebih awet, kuat dan ringan.

 

...
08 June 2026
FAZZIO HYBRID Promo

Promo DP RIngan Fazzio Hybrid

...
08 June 2026
Promo Fazzio Starry Night

Promo Fazzio Starry Night
Dapatkan Hoodie Eksklusif Setiap pembelian Fazzio Starry Night


TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

TANYA DEYA

SIMULASI
KREDIT

DEALER &
BOOKING
SERVICE

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

 

 

Tukar Tambah
Program Terbaru

Yamaha Deta - Dealer Motor Terbaik di Indonesia
Call Center : 0813-2345-4688

Jl. Boulevard Artha Gading A7B 8-10, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

 

 

copyright © 2022 Yamaha Deta Group
copyright © 2022 Yamaha Deta Group